Apakah di surga ada kegiatan atau pekerjaan?

Diposting pada

Apakah di surga ada kegiatan atau pekerjaan – Selamat datang di blog lightsislam.com, blog Islami bagi Muslim dan Muslimah. Memuat artikel seputar akidah Islam, fikih, pendidikan anak, wanita, al Qur’an dan hadits. Materi yang di tulis di blog lightsislam.com diambil dari berbagai sumber dengan penambahan bahasa yang sederhana dan tidak mengunakan bahasa yang baku, agar lebih mudah dipahami dan tidak sama persis dengan yang ada di buku. Selamat membaca dan jangan lupa share ke media sosial kamu ya !

apakah di surga ada kegiatan atau pekerjaan
Istimewa

Apakah di surga ada kegiatan atau pekerjaan

Mengapa manusia perlu pekerjaan?

Manusia bekerja di dunia untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, orang lain atau mendukung komunitas yang lebih luas. Sementara di akhirat nanti terutama di surga kita diberikan gambaran dalam Al Qur’an sebagai berikut.

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (Ar Rad 13:35)

Penggambaran surga dimisalkan seperti di atas adalah

tak ada isu terkait sumber air minum dan makanan (ada aliran air dan buah)
tak ada isu terkait tempat tinggal (naungan)
terkait kebutuhan sandang juga sudah disediakan (dijelaskan pada ayat lain Al Kahfi 18:31).

Kebutuhan utama manusia sudah terpenuhi. Tidak perlu lagi menimba sumur, menanam pohon, merawat tanaman. Tak perlu membuat rumah, menjahit baju. Perumpaan ayat di atas menggambarkan kebutuhan dasar itu sudah didapat. Manusia tidak perlu khawatir lagi tentang kebutuhan fisik ini.

Saya coba gaet Maslows yang menjelaaskan kebutuhan manusia dalam bentuk seperti piramida. Di atas kebutuhan dasar (fisik) ada kebutuhan terkait keamanan. Kebutuhan ini juga dijamin Allah akan diberikan nanti kepada orang-orang yang spesial.

kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun (Maryam 19:60)

Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. (Al An’am 6:127)

Adanya jaminan keamanan ini membuat pekerjaan manusia seperti polisi, tentara dan pemerintahan tidak lagi dibutuhkan. Allah sudah memastikan keamanan dan perlindungan kepada hamba-hambaNya itu.

Kita lagi naik 1 tingkat ke kebutuhan sosial, kepemilikan dan cinta. Hal ini pun dijelaskan dalam Al Qur’an bahwa hal ini akan terpenuhi.

Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. (Maryam 19:62)

Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada pasangan yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah 2:25)

Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap. (As Saffat 37:50)

Hubungan sosial yang diberikan di dalam surga adalah kedamaian, tidak ada perkataan yang tak berguna seperti gosip dan sifat julid antar tetangga. Mereka tidak akan kesepian karena diberikan pasangan yang sedia menemani. Perumpamaan yang digambarkan dalam surat As Saffat seperti jamuan pesta warga terhormat.

Penghormatan atau pengakuan ini yang menjadi kebutuhan di tingkat berikutnya. Kebutuhan ini diberikan kepada penghuni surga yang diperlakukan sangat terhormat.

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, (Al Furqan 25:75)

Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri (Faatir 35:34)

Mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh nikmat. di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan. (As Saffat 37:41–44)

Penghuni surga tidak lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasar, mereka adalah manusia terhormat. Mereka ‘bekerja’ dengan cara menikmati rezeki yang Allah berikan. Kebutuhan terhadap kepercayaan diri, rasa dihormati akan terpenuhi dengan kegiatan-kegiatan sosialisasi, jamuan, pesta atau hal lain yang tidak bisa digambarkan. Kita cuma diberikan perumpamaan terhadap kegiatan manusia di dunia.

Baca Juga : Teks Arab Latin Lirik Sholawat Ya Tarim Syai’Lillah Lengkap Beserta Terjemahannya

Kebutuhan tertinggi adalah Aktualisasi Diri (Self Actualization). Meraih potensi secara penuh. Hal ini digambarkan dalam Al Qur’an sebagai berikut.

Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal. (Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan. (Al Furqan 25:16)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Ali Imran 3:133)

Kekuatan kehidupan abadi dan tempat yang paling luas untuk ditelusuri, untuk saya individu munculkan gagasan untuk dapat eksploitasi tiap tapak jejak pojok di surga. Peluang untuk pelajari hal ghaib, memberikan kepuasan rasa ingin tahu jiwa manusia pada beberapa hal yang sejauh ini diletakkan. Kekuatan yang diberi seperti unlimited, banyak peluang dan peluang untuk pahami langkah dunia dan akhirat bekerja.

Ini menurut saya yang menjadi tugas manusia di surga kelak, yakni semua aktivitas dilaksanakan untuk manifestasi diri.

Allah Maha Mengetahui.

Demikian Artikel Tentang Apakah di surga ada kegiatan atau pekerjaan, Semoga dapat memambah wawasan.

Baca Artikel yang lain di Google News

Terimakasih Atas kujungannya di blog lightsislam.com. Pastikan kamu agar membagikan postingan ini ke media sosial kamu ya !

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *