Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal: Ini Kata MUI dan Buya Hamka

Diposting pada

Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal – Selamat datang di blog lightsislam.com, blog Islami bagi Muslim dan Muslimah. Memuat artikel seputar akidah Islam, fikih, pendidikan anak, wanita, al Qur’an dan hadits. Materi yang di tulis di blog lightsislam.com diambil dari berbagai sumber dengan penambahan bahasa yang sederhana dan tidak mengunakan bahasa yang baku, agar lebih mudah dipahami dan tidak sama persis dengan yang ada di buku. Selamat membaca dan jangan lupa share ke media sosial kamu ya !

Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal
Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal

Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal

Masalah mengenai hukum untuk orang Islam yang ucapkan Selamat Hari Natal kerap ramai mendekati Hari Natal datang pada akhir tahun.

Dan Buya Hamka adalah ulama yang kerap bawa-bawa berkaitan dengan masalah bisa tidaknya kaum muslim ucapkan Selamat Hari Natal ke umat kristiani.

Ulama besar yang namanya komplet H. Abdul Malik Karim Amrullah ini kerap kali jadi sandaran opini mengenai kemampuan dan keharaman untuk orang Islam ucapkan Selamat Hari Natal.

Pada akhirannya, barisan ini umumnya akan mencuplik Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) di mana pada waktu itu Buya Hamka jadi ketua di instansi MUI itu, hingga beliau dijadikan referensi mengenai bisa atau tidak seorang muslim ucapkan Selamat Hari Natal ke non-muslim.

Fatwa MUI terkait perayaan Natal

Berikut ini isi fatwa dari Komisi Fatwa MUI tentang Perayaan Natal Bersama yang terbit pada 7 Maret 1981 dan ditandtangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI K.H.M. Syukri Ghozali dan Sekretaris Drs. H. Masudi:

Majelis Ulama Indonesia MEMFATWAKAN:

Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa As, akan tetapi natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.

Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Swt, dianjurkan untuk (dalam garis miring): tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.

Berdasarkan Fatwa MUI di atas, memang tidak ada pernyataan tegas tentang haramnya mengucapkan Selamat Hari Natal. Yang jelas dinyatakan haram dalam Fatwa MUI tersebut adalah orang Islam mengikuti upacara perayaan Natal.

Adapun penjelasan tentang larangan mengikuti upacara Natal juga pernah disampaikan oleh Kiai Ma’ruf Amin ketika masih menjadi Ketua MUI.

“Enggak ada fatwa soal ucapan. Fatwa yang ada itu fatwa mengikuti misa Natal. Jadi, bukan mengucapakan selamat,” ungkap Kiai Ma’ruf Amin, Senin, 24 September 2018, seperti dilansir media massa nasional.

Pada saat itu, Kiai Ma’ruf Amin sendiri mengaku memberikan ucapan Selamat Hari Natal kepada umat Kristen. Menurut mantan Rois Aam Nahdlatul Ulama (NU) itu, dia mencontoh para syaikh di Universitas Al-Azhar, Mesir, yang pada umumnya sangat toleran dan moderat.

Salah satu ulama besar Al Azhar yang membolehkan memberikan ucapan Selamat Hari Natal, menutur Kiai Ma’ruf Amin, adalah Syaikh Ali Jum’ah, Grand Mufti Mesir (2003-2013) dan anggota Dewan Fatwa Mesir dan International Islamic Fiqh Academy.

Cerita Anak Buya Hamka

Mengenai apakah Buya Hamka mengharamkan atau membolehkan umat Islam mengucapkan Selamat Hari Natal pernah disampaikan oleh anak dari ulama besar itu, Irfan Hamka.

Menurut Irfan Hamka yang menulis buku berjudul Ayahku, cerita pengalamannya bersama Buya Hamka, ulama besar yang menulis tafsir Al Azhar itu tidak melarang orang Islam mengucapkan Selamat Hari Natal kepada umat Kristen.

Irfan Hamka, seperti ditulis republika.co.id, menegaskan bahwa Fatwa MUI yang dikeluarkan Buya pada 1981 bukan pelarangan mengucapkan selamat Natal atau mengharamkannya.

Baca Juga : Praktik Jual Beli Mystery Box yang Marak di Marketplace Ternyata Haram

Irfan lantas berkisah bahwa Buya Hamka justru mengucapkan selamat Natal bagi penganut agama Kristen saat tinggal di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketika itu ada tetangga Buya Hamka bernama Ong Liong Sikh dan Reneker yang merupakan pemeluk agama Kristen.

Ketika Buya Hamka merayakan Idul Fitri, kedua orang itu mengirimkan selamat kepada Buya. Begitu pun sebaliknya Buya Hamka juga mengucapkan selamat kepada kedua tetangganya tersebut saat Hari Natal.

“Selamat, telah merayakan Natal kalian,” kata Irfan saat menirukan ucapan ayahnya kepada Republika, Selasa (23 Desember 2014) dalam artikel bertajuk Irfan Hamka: Buya Ucapkan Selamat Natal.

Buya Hamka disebut tidak mengharamkan orang Islam mengucapkan Selamat Hari Natal

Demikian Artikel Tentang Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal: Ini Kata MUI dan Buya Hamka, Semoga dapat memambah wawasan.

Baca Artikel yang lain di Google News

Sumber : MUI.OR.ID

Terimakasih Atas kujungannya di blog lightsislam.com. Pastikan kamu agar membagikan postingan ini ke media sosial kamu ya !

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *