Kisah Mulut Fir’aun Disumpal Malaikat Jibril Saat Menjelang Kematiannya

Diposting pada

Kisah Mulut Fir’aun Disumpal Malaikat – Selamat datang di blog lightsislam.com, blog Islami bagi Muslim dan Muslimah. Memuat artikel seputar akidah Islam, fikih, pendidikan anak, wanita, al Qur’an dan hadits. Materi yang di tulis di blog lightsislam.com diambil dari berbagai sumber dengan penambahan bahasa yang sederhana dan tidak mengunakan bahasa yang baku, agar lebih mudah dipahami dan tidak sama persis dengan yang ada di buku. Selamat membaca dan jangan lupa share ke media sosial kamu ya !

kisah mulut firaun disumpal malaikat jibril saat menjelang kematiannya e1673335588427
Kisah Mulut Fir’aun Disumpal Malaikat

Kisah Mulut Fir’aun Disumpal Malaikat Jibril Saat Menjelang Kematiannya

Berikut ada salah satunya kisah unik dari figur pimpinan bangsa Qibthi (Mesir) pada jaman Nabi Musa AS, yakni Fir’aun yang populer dengan kekafiran dan kesombongannya.

Dikisahkan, kekafirannya itu bahkan juga membuat Fir’aun tinggi hati dengan akui dianya sebagai Tuhan sampai dengan tegas ia menampik kebenaran untuk ikuti tuntunan Nabi Musa AS.

Diakhir hidupnya, Allah SWT turunkan hukuman untuk Fir’aun dan bala tentaranya. Dikisahkan jika saat dekati ajalnya juga, Fir’aun malah mendapatkan murka dari Malaikat Jibril yang malah menghadanginya untuk bertobat dan mendapatkan karunia dari Allah SWT.

Kisah unik mengenai Fir’aun ini sudah diceritakan dalam Al-Qur’an dan beberapa info hadits. Dikisahkan dalam surah Yunus ayat 90-91 yang ditafsirkan oleh Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni dalam Shahih Qashashil Qur’an. Jika saat Allah SWT menenggelamkan Fir’aun, Allah SWT menghempas gelombang ombak lautan sampai menggulung, menyeret, dan mengombang-ambing Fir’aun dan semua pasukannya.

Saat itu, dikisahkan raja Fir’aun sedang memburu dan mengincar Nabi Musa AS dan beberapa penganutnya. Tetapi, usaha Fir’aun dan bala tentaranya tidak berhasil keseluruhan. Karena atas ijin Allah SWT, Nabi Musa AS dikasih sebuah mukjizat, hingga beliau dapat memotong Laut Merah yang diperuntukkan untuk selamatkan dianya dan kaumnya.

Pada kondisi laut terbelah semacam itu membuat Fir’aun ketidaktahuan. Tetapi, karena kesombongannya, dia malas memperlihatkan rasa kebingungan itu di muka beberapa penganutnya. Fir’aun mulai menggempur dan menyeberang laut yang terbelah itu dengan dituruti beberapa pasukannya.

Tapi, saat Fir’aun dan pasukannya susul dan sampai di tengah-tengah lautan, sementara Nabi Musa dan kaumnya telah tiba di pinggir lautan, karena itu Allah SWT kembali tutup kembali lautan yang terbelah itu.

Nah disini awalnya cerita antiknya. Saat nyaris terbenam, Fir’aun juga selanjutnya tersadarkan akan bertobat dan sempat ucapkan kalimat syahadat.

Kejadian tersebut diabadikan oleh Allah SWT dalam surah Yunus ayat 90-91,

وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهٗ بَغْيًا وَّعَدْوًا ۗحَتّٰىٓ اِذَآ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْٓ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْٓا اِسْرَاۤءِيْلَ وَاَنَا۠ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

اٰۤلْـٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ

Artinya: “Kami jadikan Bani Israil bisa melintasi laut itu (Laut Merah). Lalu, Fir’aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menganiaya dan menindas hingga ketika Fir’aun hampir (mati) tenggelam, dia berkata, ‘Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain (Tuhan) yang telah dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri kepada-Nya).’

Apakah (baru) sekarang (kamu beriman), padahal sungguh kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?”

Namun pada saat yang sama, Malaikat Jibril pun menyumbat mulut Fir’aun dengan pasir laut agar dia tidak bisa bertobat. Keterangan ini didasarkan dari cerita Abu Dawud ath Thayalisi yang mendengar kisah dari Ibnu Abbas RA. Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits sebagai berikut:

“Jibril pernah berkata kepadaku: ‘Seandainya engkau melihat aku, sementara aku dapat melakukan dan mengubah keadaan laut, akan aku injak mulut Fir’aun karena aku khawatir ia akan mendapatkan rahmat,” (HR Abu Dawud).

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA pernah berkata dengan redaksi berikut,

“Suatu ketika dua orang sahabat menghadap Rasulullah SAW (menanyakan tentang Fir’aun). Beliau bersabda, ‘Malaikat Jibril menyumpali mulut Fir’aun dengan pasir, khawatir kalau-kalau akan mengucapkan, ‘La ilaha illallah,'” (HR Ahmad).

Dalam versi lain, Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi mengutip pernyataan Ibnu Abbas RA yang pernah menyebutkan alasan mengapa Malaikat Jibril berlaku demikian pada Fir’aun. Alasannya, Malaikat Jibril khawatir rahmat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang lebih cepat menghampiri Fir’aun daripada murkaNya.

“Sebab itu, Jibril cepat-cepat mengubah keadaan dengan mengibaskan sayapnya hingga menampar wajah Fir’aun dan menewaskannya sampai tenggelam,” tulis Ibnu Katsir.

Dengan kata lain, semua tobat yang diusahakan Fir’aun di akhir hayatnya terlambat dan membuatnya su’ul khatimah atau akhir yang buruk. Sebab, tidak ada tobat di saat sakaratul maut menjemput hingga akhirnya Fir’aun dan kaumnya tenggelam ditelan lautan.

Baca Juga : Kisah Sahabat Rasulullah Mengintip Wanita Mandi, Namun Ia Malah Masuk Surga

Namun demikian, Allah SWT yang Maha Penyayang masih menyelamatkan jasad Fir’aun supaya menjadi bukti dan pelajaran bagi orang-orang sesudahnya. Allah SWT berfirman dalam surah Yunus ayat 92:

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗوَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ

Artinya: “Pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar kamu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelah kamu. Sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar lengah (tidak mengindahkan) tanda-tanda (kekuasaan) Kami.”

Demikian Artikel Tentang Kisah Mulut Fir’aun Disumpal Malaikat Jibril Saat Menjelang Kematiannya, Semoga dapat memambah wawasan.

Baca Artikel yang lain di Google News

Terimakasih Atas kujungannya di blog lightsislam.com. Pastikan kamu agar membagikan postingan ini ke media sosial kamu ya !