Renungan Tahun Baru Islam

Diposting pada

Selamat datang di blog lightsislam.com, blog Islami bagi Muslim dan Muslimah. Memuat artikel seputar akidah Islam, fikih, pendidikan anak, wanita, al Qur’an dan hadits. Materi yang di tulis di blog lightsislam.com diambil dari berbagai sumber dengan penambahan bahasa yang sederhana dan tidak mengunakan bahasa yang baku, agar lebih mudah dipahami dan tidak sama persis dengan yang ada di buku. Selamat membaca dan jangan lupa share ke media sosial kamu ya !

Tahun Baru Islam

Silahkan sikapi momen itu dengan muhasabah (mawas diri diri), misalkan apa beribadah atau amal saleh kita sejauh ini telah penuhi persyaratan untuk diterima oleh Allah SWT? Yakni, didasari keimanan, pengetahuan, tulus, dan sesuai sunah Rasul? Perbekalan amal saleh apa yang telah kita punyai untuk kehidupan di akhirat nantinya?

Benar, muhasabah harus kita lakukan sepanjang waktu, hari demi hari, bahkan detik demi detik. Tapi setidaknya, pergantian tahun baru Islam menjadi “momentum tahunan” muhasabah.

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al-Hasyr: 18).

Menurut tafsir Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah al-Husaini al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma’ani: “Setiap perbuatan manusia yang telah dilakukan pada masa lalu, mencerminkan perbuatan dia untuk persiapan diakhirat kelak. Karena hidup di dunia bagaikan satu hari dan keesokan harinya merupakan hari akherat, merugilah manusia yang tidak mengetahui tujuan utamanya”.

Umar bin Khottob mengatakan: Hasibu anfusakum qobla antuhasabu. “Evaluasilah (hisablah) dirimu sendiri sebelum kalian dihisab (di hadapan Allah kelak)”.

Masuk Tahun Baru Islam 1 Muharram 1432 Hijriya, kita harus juga mengartikan kejadian pindah Rasulullah Saw dan beberapa teman dekat dari Makkah ke Madinah sebagai awalnya penghitungan kalender Islam (karena itu disebutkan Kalender Hijriyah, dari kata pindah).

Di Madinah, Rasul membuat tiga dasar warga Islami ke arah daulah Islamiyah: mushola, ukhuwah Islamiyah, dan kesepakatan damai dengan semua masyarakat Madinah (Piagam Madinah). Karena itu, silahkan makmurkan mushola, semarakkan kegiatan beribadah dan ceramah didalamnya, eratkan ukhuwah sama-sama Muslim, dan bangun toleran beragama tanpa menghancurkan akidah.

Sabda Nabi Saw, Muhajir (orang yang berhijrah) dalam arti luas, ialah ia yang tinggalkan larangan Allah SWT. Al-Muhajiru man bantaia ma nahallahu ‘anhu.

Pada 1 Januari 2011 kita masuk tahu baru Masehi. Tetapi itu “bukan masalah kita” karena kalender Masehi “punya” umat Kristen.

Perayaan Tahun Baru Masehi sebagai sisi dari serangkaian hari Natal atau satu paket dengan hari Natal. Karena itu, umat Kristen menjadikan satu selamat Natal dengan Tahun Baru: Merry Christmas and Bahagia News Year.

Karena perayaan Tahun Baru Masehi merupakan ritual umat Kristen, kaum Muslim wajib menghormatinya saja, tanpa harus ikut serta atau turut merayakan Tahun Baru Masehi. Wallahu a’lam.*

Terimakasih Atas kujungannya di blog lightsislam.com. Pastikan kamu agar membagikan postingan ini ke media sosial kamu ya !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *