Syarat Sah Sujud: Hukum Sholat Pakai Masker

Diposting pada

Selamat datang di blog lightsislam.com, blog Islami bagi Muslim dan Muslimah. Memuat artikel seputar akidah Islam, fikih, pendidikan anak, wanita, al Qur’an dan hadits. Materi yang di tulis di blog lightsislam.com diambil dari berbagai sumber dengan penambahan bahasa yang sederhana dan tidak mengunakan bahasa yang baku, agar lebih mudah dipahami dan tidak sama persis dengan yang ada di buku. Selamat membaca dan jangan lupa share ke media sosial kamu ya !

Hukum Sholat Pakai Masker

Pandemi belum dipastikan sudah berakhir. Protokol kesehatan seperti masker marih berlaku. Apa sah shalat memakai masker? Apa sah sujud karena hidung terhambat masker?

Jawabannya, sholat boleh pakai masker. Sujudnya tetap sah meski pakai masker. Alasannya, hidung dan mulut yang tertutup masker bukan anggota sujud. Syarat sah sujud dalam shalat antara lain kening menempel tanpa halangan ke tempat sujud (sajadah/karpet/lantai).

7 Anggota Badan dalam Sujud

Ada tujuh anggota badan yang terlibat dalam sujud. Yaitu kening, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua telapak kaki/ujung kaki.

Dalam kitab at Targib wat Tarhib disebutkan hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan Imam Daruquthni:

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : السُّجُوْدُعَلَى الْجَبْهَةِ وَالْكَفَّيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَالْقَدَمَيْنِ مَنْ لَمْ يُمَكِّنْ شَيْئًامِنْهُ مِنَ الْاَرْضِ أَخْرَقَهُ اللَّهُ بِاالنَّارِ.

“Rasulullah Saw bersabda: Sujud itu pada kening, dan kedua telapak tangan, dan kedua lutut, dan kedua ujung kaki. Barangsiapa tidak menempatkan dari anggota sujud itu ke bumi/tempat sujud maka Allah akan membakarnya di api neraka.”

Dari sini dapat dipahami juga bahwa orang yang memakai masker maka sujudnya tetap sah, karena hidung dan mulut yang tertutup masker bukanlah anggota sujud.

Dari syarat sah sujud dalam shalat ini pula, kita harus berhati-hati dalam menggunakan peci, kopiah, atau penutup kepala. Jangan sampai peci menutupi kening yang masuk dalam anggota badan wajib menyentuh tempat sujud. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *